Tanah Lot, Keindahan Alam Berbalut Mitos

Semilir angin, terjangan ombak besar di tepi undakan batu, dan tenggelamnya matahari. Semuanya jadi pemandangan dambaan para pelancong

Tampak anak-anak kecil berlarian di tepi pantai, muda-mudi mendokumentasikan kemesraan, atau mereka yang hanya sekadar duduk menikmati suguhan lukisan indah sang pencipta. Tanah Lot sudah pasti jadi sebuah objek wisata yang wajib dikunjungi ketika bertandang ke Bali.

Tak hanya wisatawan domestik, wisatawan internasional juga tak mau melewatkan kesempatan untuk melihat keindahan pura yang berdiri kokoh di tengah kepungan air laut. Terdapat dua pura yang berdiri kokoh di atas bongkahan batu besar. Salah satunya, terletak di atas tebing.

Tebing ini menghubungkan pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan melengkung. Konon, bongkahan batu tersebut terpisah akibat persaingan antara Danghyang Nirartha dan Bendesa Beraben dalam menyebarkan ajaran Hindu.

Biasanya, Tanah Lot akan ramai dikunjungi para pelancong pada sore hari untuk menyaksikan tenggelamnya matahari. Tapi, keramaian ini akan berganti dengan suasana syahdu saat hari raya Odalan yang diperingati setiap 210 hari sekali. Jatuhnya, dekat dengan perayaan Galungan dan Kuningan.

Saat itu, keindahan bertambah dengan ramainya masyarakat bersembahyang di Pura ini. Bisa dibilang, pura ini menjadi tempat wisata yang dikeramatkan. Banyak pula mitos-mitos yang berkembang di Tanah Lot.

Masyarakat Bali percaya kalau pasangan muda-mudi yang datang tidak akan memiliki hubungan yang tahan lama. Apalagi, kalau mereka melihat ular keramat penjaga pura. Tak hanya itu, wanita hamil atau sedang haid dilarang untuk naik ke Pura Tanah Lot karena dianggap sedang kotor dan dilarang untuk melakukan ritual keagamaan.

Konon, pernah ada seorang wanita yang sedang haid ingin memasuki pura Tanah Lot melewati jembatan penghubung tebing. Tiba-tiba saja jembatan tersebut roboh. Karena itu, saat ini sudah tidak terdapat jembatan yang menghubungkan tebing.

Terdapat pula air suci di bawah pura yang diyakini dapat mendatangkan rezeki bagi yang meminumnya. Lalu, bagi yang membasuhnya, dapat awet muda. Obyek wisata Tanah Lot ini, terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan.

Setelah menikmati keindahan pura, hempasan ombak, dan sunset pun mencuci mata dengan melihat beragam kerajinan khas Bali yang dijajakan sebelum pintu masuk.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s